RIZQI ATSMARINA
ULFA
201431002
Progam Studi Bimbingan
dan Konseling
Fakultas
Keguruan dan Ilmu
Pendidikan
Universitas Muria Kudus
Email : atsma95@gmail.com
Abstrak
Pada dasarnya remaja
disebut sebagai usia
bermasalah dikarenakan memiliki
ciri-ciri mudah terpengaruh
dengan orang lain
dan suka mencoba
hal-hal yang baru
misalnya merokok. Oleh karena
itu dengan adanya bimbingan kelompok
yang diadakan di
sekolah diharapkan dapat
memberikan pemahaman dan
pencegahan, agar para
remaja tidak melakukan
kenakaln-kenakalan dan akhirnya
mampu memunculkan tingkah
laku yang positif
dengan tujuan akhir
untuk mengetahui sumbangan
positif bimbingan kelompok
terhadap sikap remaja
tentang merokok. Dengan
demikian untuk mencapai
manfaat yang optimal
dari bimbingan kelompok
didasarkan pada kesadaran
diri remaja dan
kualitas guru pembimbing
khususnya tentang pemahaman
siswa terhadap setiap
layanan yang diberikan
agar siswa mampu
mengambil keputusan dengan
tepat yang bersifat
positif dalam kehidupannya.
Kata Kunci : bahaya
merokok, siswa sekolah
menengah pertama, layanan
bimbingan kelompok.
PENDAHULUAN
Pada zaman globalisasi
ini sekarang banyak
remaja terutama bagi
siswa sekolah menengah
pertama yang sudah
mengenal rokok bahkan
dari mereka sudah
berani mencoba merokok.
Salah satu dari
dampak merokok adalah
meraka akan kecanduan
merokok dan lebih
bahayanya lagi mereka
akan terkena penyakit yang diakibatkan oleh rokok.
Masa remaja disebut
masa penghubung antara
masa kehidupan anak
dan masa kehidupan
orang dewasa. Masa
ini merupakan masa
transisi yang dapat
menimbulkan dampak negatif
bagi remaja, jika
mereka belum mempunyai
konsep diri yang
jelas. Remaja adalah
pemilik masa depan,
pada masa ini
terjadi perubahan fisik,
sosial, emosi, maupun
moral. Pada masa
remaja juga terjadi
perubahan-perubahan yang berkaitan
dengan masalah psikis terutama
masalah emosi.
Remaja
diharapkan dapat berkembang
secara optimal dan
menerima kedewasaannya
secara bertanggung jawab
akan tetapi saat ini
banyak remaja terjerumus
dalam pergaulan yang
salah kaprah, salah
satunya disebabkan kurangnya
pengetahuan mereka tentang
bahaya yang akan
timbul dengan jelas
dan benar yang
akan mempengaruhi pembentukan
sikap remaja terhadap
pergaulan yang salah
dan menyebabkan gangguan
pada psikisnya. Melalui
layanan Bimbingan dan
Konseling yang diselenggarakan di
sekolah, dimaksudkan agar
para siswa mampu
mengatasi masalah yang
dihadapinya secara mandiri
terutama masalah yang
sering muncul pada
waktu remaja. Layanan
Bimbingan Kelompok merupakan
jenis layanan yang
diberikan kepada siswa
tujuan memberikan pemahaman
dan pencegahan terhadap
sikap siswa yang
senang dengan merokok
agar segera bisa
teratasi dan akhirnya
memunculkan penolakan terhadap
merokok.
PEMBAHASAN
Dari Wikipedia bahasa indonesia, ensiklopedia bebas (https://id.wikipedia.org/wiki/Rokok) menyatakan
bahwa rokok adalah
silender dari kertas
berukuran panjang antara
70 hingga 120 mm
(bervariasi tergantung dari
negara) dengan diameter
sekitar 10 mm
yang berisi daun-daun
tembakau yang telah
dicacah. Rokok dibakar pada
salah satu ujungnya
dan dibiarkan membara
agar asapnya dapat
dihirup lewat mulut
pada ujung lainnya.
Rokok biasanya dijual
dalam bungkusan berbentuk
kotak atau kemasan
kertas yang dapat
dimasukkan dengan mudah
ke dalam kantong.
Manusia di dunia
yang merokok untuk
pertama kalinya adalah
suku bangsa Indian
di Amerika, untuk
keperluan ritual seperti
memuja dewa atau
roh. Pada abad
ke 16, ketika
Bangsa Eropa menemukan
Benua Amerika, sebagian
dari penjelajah Eropa
itu ikut mencoba-coba menghisap
rokok dan kemudian
membawa tembakau ke
Eropa. Kemudia kebiasaan
merokok mulai muncul
di kalangan Bangsawan
Eropa. Tapi berbeda
dengan bangsa Indian yang
merokok untuk ritual,
di Eropa orang
merokok hanya untuk
kesenangan semata-mata. Abad
17 para pedagang
Spanyol masuk ke Turki
dan saat itu
kebiasaan merokok mulai
masuk di Negara-negara
Islam.
Menurut Sapnudin
July 14, 2015 (http://tokogreenworldindonesia.com/bahaya-merokok-bagi-kesehatan-tubuh/) mengatakan Terdapat
sekitar 4000 bahan
kimia yang terkandung
didalam rokok. Ratusan
di
antaranya merupakan zat beracun dan sekitar 70 bahan
di dalamnya bersifat kanker. Ada banyak Bahan-bahan berbahaya yang terkandung pada sebatang
rokok, antara lain
:
a.
Karbon monoksida adalah Zat yang kerap
ditemukan pada asap
knalpot mobil ini bisa
mengikat diri pada hemoglobin dalam darah
secara permanen sehingga menghalang penyediaan oksigen ke tubuh. Hal
tersebut membuat Anda cepat lelah.
b.
Tar adalah
kandungan yang di dalam rokok akan ikut terisap.
Zat ini akan
mengendap di
paru-paru dan berdampak negatif pada kinerja
rambut kecil yang melapisi
paru-paru. Padahal rambut tersebut bertugas untuk membersihkan kuman dan
hal lainnya keluar dari
paru-paru.
c.
Gas oksidan adalah Gas
yang bisa bereaksi dengan oksigen. Keberadaannya pada tubuh
lebih meningkatkan risiko stroke
dan serangan jantung akibat penggumpalan
darah.
d.
Benzene adalah Zat yang ditambahkan ke dalam
bahan bakar minyak
ini bisa merusak
sel pada tingkat genetik. Zat ini
juga dikaitkan dengan berbagai jenis kanker seperti kanker ginjal dan leukimia.
Selain bahan-bahan
di atas, masih banyak kandungan beracun pada sebatang rokok seperti arsenic
(digunakan dalam pestisida), toluene
(ditemukan pada pengencer
cat), formaldehyde
(digunakan untuk mengawetkan
mayat),
hydrogen cyanide (digunakan untuk membuat senjata kimia), dan cadmium (digunakan untuk membuat
baterai).
Ketika
merokok, akan lebih mungkin
terkena serangan jantung. Perokok berisiko dua hingga
empat kali lebih tinggi menderita penyakit jantung. Risiko lebih tinggi
lagi
jika perokok wanita yang sedang mengonsumsi
pil KB.
Saat merokok, akan turut
memasukkan zat-zat berbahaya yang bisa berdampak
buruk pada tubuh, khususnya
jantung. Contohnya zat nikotin. Ketika nikotin masuk ke tubuh,
zat itu bisa mengurangi kadar oksigen yang akan masuk ke darah. Zat
yang bersifat candu ini juga bisa mempercepat detak jantung, menaikkan tekanan darah, merusak pembuluh darah dalam jantung, dan mempercepat pembekuan darah yang
bisa memicu serangan
jantung. Selain serangan
jantung, terdapat juga beberapa dampak yang dapat membahayakan
tubuh yang diakibatkan dari merokok.
Beberapa
diantaranya sebagai berikut :
a.
Kanker
Merokok dapat menyebabkan sekitar 90% kematian
akibat kanker paru-paru pada pria serta
80% pada wanita. Resiko kematian karena faktor
kanker paru-paru dapat 23
kali
lebih tinggi pada pria
perokok dan 13 kali lebih tinggi pada wanita yang merokok
dibandingkan pada mereka
yang bukan tidak
merokok.
Pada sebuah riset menunjukkan
bahwa bukan perokok yang tinggal
bersama perokok memiliki resiko 24% lebih tinggi untuk terkena penyakit kanker paru-paru dibandingkan bukan perokok pada umumnya. Bahaya merokok juga dapat
menyebabkan kanker kantung
kencing,
ginjal, faring, esopagus, rongga mulut, serviks,
pita suara, pankreas,
dan perut.
b.
Gangguan
pernafasan
Bahaya merokok dapat meningkatkan resiko kematian karena penyakit
paru-paru yang kronis
sampai 10 kali
lipat. Sekitar 90% kematian karena penyakit paru-paru kronis disebabkan
karena merokok.
c.
Gangguan
janin
Kebiasaan merokok juga akan berdampak
buruk terhadap kesehatan reproduksi dan janin yang
terdapat dalam kandungan, termasuk kemandulan, keguguran, kematian janin, bayi
lahir dengan berat badan
rendah, serta sindrom kematian mendadak
pada bayi.
d.
Penyakit
jantung
Merokok dapat menimbulkan aterosklerosis atau terjadi pengerasan pada pembuluh darah. Kondisi seperti ini merupakan penumpukan zat lemak
pada arteri, lemak dan
plak memblok aliran darah serta dapat
membuat penyempitan pembuluh darah. Hal
ini yang dapat
menyebabkan penyakit jantung.
Jantung dipaksa untuk bekerja
lebih keras dan tekanan
ekstra yang pada akhirnya menyebabkan angina atau nyeri
dada. Jika salah satu
arteri atau bahkan
lebih menjadi benar-benar terblokir, serangan jantung mungkin dapat terjadi.
Semakin banyak rokok yang
telah dihisap dan semakin lama seseorang
tersebut merokok, semakin besar pula
kesempatan untuk mengembangkan
penyakit jantung atau stroke.
e.
Penyakit
paru-paru
Risiko terkena penyakit seperti pneumonia, emfisema, atau bronkitis
kronis dapat meningkat
karena kebiasaan merokok. Penyakit ini disebut
sebagai penyakit paru obstruktif
kronik (PPOK).
Penyakit paru-paru
tersebut dapat berlangsung dan bertambah
buruk seiring dari waktu ke waktu
sampai orang tersebut akhirnya meninggal karena kondisi tersebut. Menurut American Cancer Society, orang yang telah berumur
40 tahun dapat menderita
emfisema atau bronkitis,
tetapi dengan gejala yang jauh lebih buruk pada kemudian
hari.
f.
Diabetes
Menurut Cleveland Clinic, kebiasaan merokok dapat meningkatkan
resiko terkena diabetes. Bahaya rokok juga
menyebabkan komplikasi dari diabetes,
seperti penyakit jantung, penyakit mata, stroke, penyakit ginjal, penyakit pembuluh darah, dan
masalah kaki.
g.
Menyebabkan
kebutaan
Bahaya merokok dapat meningkatkan
resiko degenerasi
makula yaitu penyebab kebutaan yang dialami pada orang
tua. Dalam studi yang
diterbitkan “Archives of Ophthalmology” orang yang merokok
4 kali lebih mungkin
dibandingkan dengan orang-orang
yang bukan perokok untuk mengembangkan degenerasi
makula, yang merusak makula, pusat retina, serta dapat menghancurkan penglihatan sentral tajam.
h.
Penyakit
mulut
Penyakit mulut yang disebabkan karena rokok antara lain
seperti kanker mulut, kanker leher,
penyakit gigi, dan nafas.
i.
Impotensi
Rokok adalah faktor resiko
utama penyakit pembuluh darah perifer
yang akan mempersempit pembuluh darah
pembawa darah ke seluruh tubuh. Pembuluh
darah pada alat
reproduksi pria kemungkinan dapat terpengaruh karena merupakan pembuluh darah yang
berukuran kecil dan dapat mengakibatkan disfungsi impoten.
Selain penyakit pada fisik, perokok juga mengalami tingkat stres yang
lebih tinggi dibandingkan
mereka yang tidak
merokok. Selama ini
mungkin
merokok bisa membuat lebih
rileks. Banyak orang menganggap kandungan nikotin bisa menenangkan
pikiran, tapi ternyata
itu salah. Yang membuat perokok gelisah dan cemas
adalah gejala putus obat terhadap nikotin.
Dengan merokok, kecanduan terhadap nikotin akan terpenuhi
dan perokok merasa seperti rokok tersebut menurunkan stres.
Memang tidak semua perokok akan meninggal karena penyakit
jantung, kanker paru-paru, atau stroke, namun kebiasaan merokok bisa sangat mengganggu dan mengurangi kualitas
hidup sehari-hari. Efek rokok yang
bisa
kalian rasakan sehari-hari adalah batuk-batuk,
sesak napas, lebih
mudah lelah, lebih
rentan terhadap infeksi, atau mengalami gangguan tidur yang ditandai
dengan sulit bernapas pada malam hari kemudian
merasa kelelahan di pagi
hari.
Sekolah
Menengah Pertama
Menurut
Wikipedia Indonesia (https://id.wikipedia.org/wiki/Sekolah_menengah_pertama) menyatakan bahwa Sekolah
menengah pertama (disingkat SMP, Bahasa Inggris: junior high
school atau middle school) adalah jenjang pendidikan dasar pada pendidikan formal di
Indonesia setelah lulus sekolah dasar (atau
sederajat). Sekolah menengah pertama ditempuh dalam waktu
3 tahun, mulai
dari kelas 7
sampai kelas 9. Pada
tahun ajaran 1994/1995
hingga 2003/2004, sekolah ini pernah disebut
sekolah lanjutan tingkat pertama
(SLTP).
Pelajar sekolah menengah pertama umumnya berusia 13-15 tahun. Di
Indonesia, setiap warga
negara berusia 7-15 tahun
tahun wajib mengikuti pendidikan dasar, yakni
sekolah dasar (atau sederajat)
6 tahun dan sekolah menengah pertama (atau sederajat) 3 tahun.
Sekolah menengah pertama diselenggarakan oleh pemerintah
maupun swasta. Sejak diberlakukannya
otonomi daerah pada tahun
2001, pengelolaan sekolah menengah pertama negeri di Indonesia yang sebelumnya
berada di bawah Departemen Pendidikan Nasional, kini menjadi tanggung jawab pemerintah daerah kabupaten/kota. Sedangkan Departemen Pendidikan Nasional hanya berperan
sebagai regulator
dalam bidang standar nasional pendidikan. Secara struktural, sekolah menengah pertama negeri merupakan
unit pelaksana teknis dinas pendidikan
kabupaten/kota.
Karakteristik
Siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP)
Menurut Desmita (2010: 36) ada beberapa karakteristik siswa usia Sekolah Menengah Pertama (SMP) antara lain:
a.
Terjadinya ketidak
seimbangan proporsi tinggi
dan berat badan.
b.
Mulai timbulnya
ciri-ciri seks sekunder.
c.
Kecenderungan
ambivalensi, serta keinginan menyendiri dengan keinginan bergaul, serta keinginan
untuk bebas dari dominasi dengan kebutuhan bimbingan dan bantuan
dari orang tua.
d.
Senang
membandingkan kaedah-kaedah, nilai-nilai etika atau norma
dengan kenyataan yang terjadi dalam kehidupan orang dewasa.
e.
Mulai
mempertanyakan secara skeptis mengenai eksistensi dan sifat
kemurahan dan keadilan Tuhan.
f.
Reaksi
dan ekspresi emosi masih labil.
g.
Mulai
mengembangkan standard dan harapan terhadap perilaku diri sendiri
yang sesuai dengan dunia sosial.
h.
Kecenderungan
minat dan pilihan karier relatif sudah lebih jelas.
Sedangkan
menurut Syamsu Yusuf (2004:
26-27) masa usia Sekolah
Mengah bertepatan dengan masa remaja.
Masa remaja merupakan masa yang banyak
menarik perhatian karena sifat-sifat khasnya dan perannya yang menentukan dalam kehidupan individu dalam masyarakat
orang dewasa. Masa ini
dapat diperinci lagi menjadi
beberapa masa, yaitu
sebagai berikut:
a.
Masa praremaja
(remaja awal)
Masa praremaja biasanya berlangsung hanya dalam waktu relatif singkat. Masa ini ditandai
oleh
sifat-sifat negatif pada si
remaja sehingga seringkali masa ini disebut
masa negatif dengan gejalanya
seperti tidak tenang, kurang suka bekerja, pemisitik, dan sebagainya. Secara garis besar sifat-sifat negatif tersebut dapat diringkas,
yaitu :
1.
Negatif dalam
prestasi, baik prestasi
jasmani maupun prestasi
mental.
2.
Negatif dalam
sikap sosial, baik
dalam bentuk menarik
diri dalam masyarakat
(negatif pasif) maupun dalam
bentuk agresif terhadap
masyarakat (negatif aktif).
b.
Masa Remaja
(Remaja Madya)
Pada masa ini mulai tumbuh dalam diri remaja
dorongan untuk hidup, kebutuhan akan adanya
teman yang dapat memahami dan menolongnya, teman yang dapat turut
merasakan suka dan
dukanya. Pada masa ini,
sebagai masa mencari
sesuatu yang dapat dipandang bernilai, pantas dijunjung tinggi dan
dipuja-puja sehingga masa ini
disebut masa merindu puja (mendewa-dewakan), yaitu sebagai
gejala remaja.
Proses terbentuknya
pendirian atau pandangan hidup atau cita-cita
hidup itu dapat dipandang
sebagai penemuan nilai-nilai kehidupan. Proses penemuan
nilai-nilai kehidupan tersebut adalah pertama,
karena tiadanya pedoman, si remaja
merindukan sesuatu yang dianggap
bernilai, pantas dipuja walaupun sesuatu yang dipujanya belum mempunyai
bentuk tertentu, bahkan seringkali remaja hanya
mengetahui bahwa dia menginginkan sesuatu tetapi tidak mengetahui apa yang
diinginkannya. Kedua, objek pemujaan itu telah menjadi
lebih jelas, yaitu
pribadi-pribadi yang dipandang
mendukung nilai-nilai
jadi personifikasi nilai-nilai.
Pada anak laki-laki sering aktif meniru,
sedangkan pada anak perempua
kebanyakan pasif, mengagumi,
dan memujanya dalam khayalan.
c.
Masa
remaja akhir.
Setelah dapat menentukan pendirian hidupnya, pada dasarnya telah tercapailah
masa remaja akhir dan telah terpenuhilah tugas-tugas perkembangan masa remaja, yaitu menemukan
pendirian hidup dan masuklah individu ke dalam masa dewasa.
Siswa sekolah menengah pertama memiliki
usia yang merupakan masa peralihan
dari usia anak-anak
ke usia yang remaja. Perilaku yang disebabkan oleh masa peralihan ini menimbulkan
berbagai keadaan dimana siswa labil dalam pengendalian emosi. Keingintahuan pada hal-hal baru yang belum pernah ditemui sebelumnya mengakibatkan muncul perilaku-perilaku yang mulai
memunculkan karakter diri.
Pelayanan
Bimbingan Kelompok.
Menurut Prayitno (1995: 178) mengemukakan bahwa Bimbingan kelompok adalah Suatu
kegiatan yang dilakukan oleh sekelompok orang dengan memanfaatkan dinamika kelompok. Artinya, semua peserta
dalam kegiatan kelompok saling berinteraksi, bebas mengeluarkan
pendapat, menanggapi, memberi saran, dan
lain-lain. Apa yang
dibicarakan itu semuanya
bermanfaat untuk diri peserta
yang bersangkutan sendiri dan untuk peserta lainnya.
Tujuan Bimbingan
Kelompok
a.
Mampu berbicara
di depan orang
banyak.
b.
Mampu mengeluarkan
pendapat, ide, saran,
tanggapan, perasaan dan
lain sebagainya kepada
orang banyak.
c.
Belajar menghargai
pendapat orang lain.
d.
Bertanggung jawab
atas pendapat yang
dikemukakannya.
e.
Mampu mengendalikan
diri dan menahan
emosi (gejolak kejiwaan
yang bersifat negatif).
f.
Dapat bertenggang
rasa.
g.
Menjadi akrab
satu sama lainnya.
h.
Membahas masalah
atau topik-topik umum
yang dirasakan atau
menjadi kepentingan bersama.
Fungsi
Bimbingan Kelompok.
Fungsi dari layanan bimbingan kelompok diantaranya adalah sebagai
berikut :
a.
Memberi
kesempatan yang
luas untuk berpendapat dan memberikan
tanggapan tentang berbagai hal yang terjadi di lingkungan sekitar.
b.
Mempunyai
pemahaman yang efektif, objektif, tepat, dan
cukup luas tentang berbagai hal tentang
apa yang mereka bicarakan.
c.
Menimbulkan
sikap yang positif terhadap keadaan sendiri dan lingkungan
mereka yang berhubungan
dengan hal-hal yang mereka bicarakan dalam kelompok.
d.
Menyusun
progran-program kegiatan untuk mewujudkan
penolakan terhadap sesuatu hal yang
buruk dan memberikan dukungan terhadap sesuatu hal yang
baik.
e.
Melaksanakan
kegiatan-kegiatan yang nyata
dan langsung untuk membuahkan
hasil sebagaimana
apa yang mereka programkan semula.
Asas
bimbingan kelompok.
Asas-asas yang ada dalam
layanan bimbingan kelompok diantaranya
adalah sebagai berikut:
a.
Asas kerahasiaan adalah Para
anggota harus menyimpan
dan merahasiakan informasi
apa yang dibahas
dalam kelompok, terutama
hal-hal yang tidak
layak diketahui orang
lain.
b.
Asas keterbukaan adalah Para anggota
bebas dan terbuka
mengemukakan pendapat, ide,
saran, tentang apa saja
yang yang dirasakan
dan dipikirkannya tanpa adanya rasa malu dan
ragu-ragu.
c.
Asas kesukarelaan adalah Semua anggota dapat menampilkan diri secara
spontan tanpa malu
atau dipaksa oleh teman
lain atau pemimpin kelompok.
d.
Asas kenormatifan adalah Semua yang dibicarakan
dalam kelompok tidak boleh bertentangan dengan norma-norma dan kebiasaan
yang berlaku.
Bahaya
Merokok Bagi Pelajar
Menurut (http://www.bahayamerokok.com/2016/03/bahaya-merokok-bagi-pelajar.html) menyatakan bahwa
dampak bahaya rokok
bagi pelajar sebagai
berikut:
1.
Penimbunan Penyakit
Berbahaya.
Merokok merupakan aktivitas yang paling tinggi
dalam menyumbang berbagai macam jenis
penyakit. Bagi para pelajar yang sudah merokok
sejak masih sekolah akan menyebabkan
adanya penimbunan berbagai macam racun
dalam tubuh akibat
rokok.
Bahwa efek dari racun pada
rokok tidak akan langsung terasa, melainkan jenis racun
ini berjangka panjang dan mengendap dalam tubuh
yang baru akan
dirasakan ketika berusia
30-40 tahun. Baru
pada usia tersebut
akan mengalaami berbagai macam jenis penyakit akibat
merokok.
Beberapa penyakit berbahaya yang ditimbulkan rokok adalah
:
a.
Kanker.
b.
Diabetes.
c.
Stroke.
d.
Gangguan
pernapasan.
e.
Gangguan
kesehatan rahim.
f.
Hepatitis.
g.
Serangan
jantung.
h.
Penyakit
paru-paru.
i.
Penyakit
ginjal.
a.
Prestasi
Belajar
akan Sulit Diraih.
Bagi pelajar yang mempunyai
hobi merokok maka akan
berdampak pada sulitnya meraih prestasi
belajar yang baik
dikelas, mengapa demikian karena bagi
para pelajar yang suka
merokok maka
secara tidak langsung akan terganggu daya konsentrasinya
dan menurunkan kecerdasan secara individual dalam proses
pembelajaran, hal tersebut banyak disebabkan
oleh zat-zat racun yang terkandung didalam rokok yang mereka
hisap setiap harinya.
Selain dari hal di atas gangguan
yang disebabkan oleh pelajar yang hobi
merokok adalah gangguan
pada paru-paru dan fungsi
pernafasan, maka alhasil para pelajar akan mudah
lelah dalam proses pembelajaran disekolah. Serta mengalami pernafasan yang pendek ketika
dalam jam olah
raga.
Dengan beberapa hal tersebut
maka dapat dipastikan
bagi pelajar yang mempunyai hobi merokok
akan mengalami kesulitan dalam meraih
prestasi dalam belajar
disekolah, dan yang sangat
terlihat bagi pelajar yang perokok atif , nilai-nilai merekaa akan menurun
dan kehilaangan fokus meski awalnya
mereka berprestasi.
2.
Mudah
Terjerumus Penggunaan Obat Terlarang.
Dalam beberapa penelitian oleh para ahli
bahwa perilaku kebiasaan merokok dapat menjadi
pemicu awal dari
penggunaan obat-obatan yang terlarang,
hal tersebut dapat disebabkan
oleh beberapa faktor yaitu efek
dari rokok yang
adiktif,
sehingga membuat para pelajar
ingin merasakan hal-hal yang baru
selain rokok. Hal
ini sangat mudah terjadi
bila
pelajar bergaul dengan orang
yang menggunakan obat-obat terlarang maka jelas
kemungkinan besar akan
ikut menggunakannya.
3.
Bau
Mulut dan Bau
Badan.
Dampak lain dari remaja yang
merokok adalah seringnya bau mulut
dan bau badan.
Hal ini dikarenakan kandungan racun dalam
rokok yang bila terhisap
ddan masuk dalam
tubuh maka akan menghasilkan
bau yang tidak sedap terutama
bau mulut dan
bau badan. Hal tersebut menjadikan lawan bicara
terganggu.
4.
Adanya
Sanksi dari Pihak Sekolah.
Akhir-akhir ini sudah banyak sekolah yang mulai memberikan ketegasan dengan beberapa
sanksi pada pelajarnya yang ketahuan merokok,
meski sanksi ini diawali
berupa sangsi teguran. Kemudian sampai tahap
pada pemanggilan orang tua pelajar yang bersangkuan, hingga sanksi yang terberat adalah diskors bahkan dikeluarkan
dari sekolah
tersebut.
5.
Pemicu
Tindakan Kriminal.
Rokok sejatinya racun yang
menimbulkan kecanduan pada siapa
saja penikmatnya begitu pula
dengan para pelajar, yang awalnya mereka hanya mencoba-coba
saja sebatang atau dua
batang,
namun lambat laun seiring dengan kecanduan
pada rokok yang
menjadi-jadi sehingga mereka malah mampu menghabiskan
beberapa batang bahkan sebungkus dalam waktu
yang
cepat.
Hal ini berdampak pada pelajar yang tentunya
sangat merasa dirugikan
, yang tadinya uang saku
dapat beli jajan
malah dihabiskan untuk membeli racun seperti
rokok.
Dan yang paling menakutkan dari kecanduan rokok ini
dapat mengakibatkan ketika pelajar
tidak mempunyai uang untuk membeli rokok maka
tindakan yang utama
pastilah akan melakukan
tindakan pencurian apa lagi
dikompori dengan pergaulan yang rusak.
Yang pada akhirnya akan menyengsarakan
dirinya dan
keluarganya.
6.
Meningkatkan
stres.
Bagi para pelajar yang awalnya hanya meniru karena diajak dan
mereka berpaham bila dengan
merokok dapat menghilangkan stres mereka, bagi para pelajar stres.
Kemungkinan stres akibat pelajaran yang teralalu sulit dan
kemampuan otak yang
tidak mampu mencerna
dengan cepat.
Pelarian yang mereka lakukan
dengan merokok,
padahal dengan merokok bukanya menghilangkan stres para pelajar malah menambah beban stres. Karena
secara kasat mata memang
akan terlihat sebagai obat penenang,
namun hal itu hanya
sesaat.
Namun ketika rokok habis dan stres
akan kembali muncul bahkan lebih
parah dari
sebelumnya.
7.
Terjadi
Penuaan Dini.
Untuk pelajar yang perokok
aktif tentu berbeda dengan pelajar
yang bersih tanpa rokok, hal
ini dapat dilihat dari jenis dan tekstur kulit, bagi
pelajar yang hobi
merokok jelas kulit
mereka tampak kusam dan
tampak tua meski
dengan umur masih pelajar
yang biasa kita
dengar dengan penuaan dini. Cirinya
kulit bibir menghitam biasanya dan wajah
terlihat pucat dan kurang bergairah.
Kesimpulan dan
Saran
Bahaya merokok dikalangan pelajar saat ini sudah sampai pada taraf
yang memprihatinkan, banyak
ditemui di pinggir-pinggir jalan mereka
masih mengenakan pakaian seragam dengan becanda bersama kawan dan
tak lupa ditangan kiri mereka
ada sebatang rokok yang menyala.
Secara umum banyak faktor
yang melatar
belakangi seorang pelajar yang notabenenya
masih kanak-kanak,
tapi mereka sudah kecanduan rokok yang lambat
laun akan merusak masa depan
mereka.
Seperti yang dikatakan diatas faktor
teman atau pergaulan serta lingkungan yang mempengaruhi mereka melakukan hal itu,
disamping itu mereka juga tidak
mendapatkan pengawasan yang intensif
dari orang tua
mereka.
Dan pada akhirnya hal tersebut membuat para remaja
dan pelajar secara membabi buta dengan
merokok disembarang tempat bahkan sudah secara
terang-terangan sampai pada lingkungan
rumah mereka,
sudah tidak ada yang perlu mereka takutkan lagi.
Saran
Artikel ini tidak
jauh dari kesempurnaan,
maka dari itu dimaklumi
apabila ada kesalahan.
Daftar
Pustaka
Prayitno. 1995. “Layanan
Bimbingan dan Konseling Kelompok (Dasar dan Profil)” Jakarta: Ghalia
Indonesia.
Prayitno dan Amti, Erman. 1994. Dasar-dasar Bimbingan dan Konseling. Jakarta: Rineka Cipta
0 komentar:
Posting Komentar